Hadist Akhlaq

  1. Hadist Akhlaq

    1. Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling bik akhlaqnya.(H.R.Ahmad)
    2. Kebaikan itu ialah perangaiyang baik dankejahatan itu ialah sesuatu yang beredar dihatimu dan engkau tidak suka diketahui oleh manusia(HR.Muslim)
    3. Jibril selalu berpesan kepadaku supaya baik terhadap tetangga,sehingga saya mengira kalau kalau akan diberi hak waris (HR.Bukhari Muslim)
    4. Hai Abu Dzar jika engkau memesak kuwah,maka perbanyaklah airnya dan perhatikan tetanggamu.(HR.Muslim)
    5. Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman,.Ditanya:siapakah ya Rasulullah?Jawab Nabi;orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya (HR.Bukhari muslim)
    6. Sebaik baik teman disisi Allah adalah yang terbaik kepada temannya dan sebaik baik tetangga disisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya (HR.Turmudzi)
    7. Barang siapa yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya bahagialah baginya dan Allah menambah akan umurnya (HR.Bukhari)
    8. Keridaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan dan kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua.(HR.Turmudzi)
    9. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam saja (HR.Bukhari)
    10. Baiknya islam seseorang antara lain meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat (HR.Turmuzi)
    11. Barang siapa yang dapat menjaga sesuatu yang ada antara dua tulang rahangnya (yakni mulut) dan sesuatu yang ada diantara dua kakinya (yakni kemaluannya) karena (syariat yang)ku (bawa) niscaya baginya kujamin surga (HR.Bukhari
    12. Barang siapa diam tetu selamat (HR.Turmudzi)
    13. Tidak masuk sorga orang suka mengadu domba.(HR.Bukhari dan Muslim
    14. Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling bersifat tawadhu sehingga salah seorang tidak akan melanggar hak salah seorang lainya dan salah seorang (dari kalian) tidak akan menyombongkan diri terhadap salah seorang lainya (HR.Muslim,Abu Daud dan lainya)
    15. Mengutuk orang beriman adalah seperti membunuhnya (HR.Bukhari dam Muslim)
    16. Tidak seyogyanya seorang yang benar itu menjadi seseorang yang suka mengutuk (HR.Muslim)
    17. Orang yang makan suap dan menerima suap sama sama dalam neraka (HR.Thabrani)
    18. Laknak Allah atas orang yang memberi suap dan yang menerima suap (HR.Ahmad)
    19. Tidak mSesungguhnya semulia mulia manusia (dengan mendapat Rahmat dan anugerah-Nya) di sisi Allah adalah orang yang memulai pada mereka dengan salam.(HR.Abu Daud)asuk sorga orang yang memutuskan silaturahim (HR.Bukhari dan Muslim)
    20. Hai manusia ramaikanlah salam bersedekahlah memberi makan dan sholatlah pada waktu malam (di saat) manusia sedang tidur maka kalian akan masuk surga.(HR.Turmudzi)
    21. Janganlah engkau marah marah bagi mu adalah surga (HR.thabrani)
    22. Sungguh Allah itu lemah lembut.Dia suka kelembutan dalam semua urusan (HR.Bukhari)
    23. Tidaklah orang yang kuat itu dengan bergulat tetapai orang kuat itu adalah orang yang bisa menguasai diri (jiwa)nya pada waktu marah.(HR.Bukhari)
    24. Malu iti tidak datang kecuali membawa kebaikan (HR.Bukhari)
    25. Ada Hamba yang mengucapkan satu kalimat tampa ia pikir tentang (baik buruknya)kalimat itu yang menyebapkan ia tergelincir kedalam neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.(HR.Bukhari)
    26. Kamu menghilangkan (membuang)hal-hal yang menjadikan sakit orang lain dari jalan jalan adalah sedekah.(HR.Bukhari)
    27. Janganlah engkau sesekali meremehkan kebaikan walaupun sekedar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.(HR.Muslim)
    28. Jauhilah oleh kalian dua perkara pengundang laknat.Para sahabat bertanta:Apa dua perkara yang mengundang laknat itu?Rasul menjawab:Buang air besar di jalan dan tempat tempat berteduh.(HR.Muslim)
    29. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)
    30. Jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. (HR. Ahmad)
    31. Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan (dibela). (HR. Bukhari)
    32. Barangsiapa tidak memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk dari mereka. (HR. Abu Dawud)
    33. Cukup jahat orang yang menghina saudaranya. (HR. Muslim)
    34. Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. Hendaklah mereka bertemu untuk berdialog mengemukakan isi hati dan yang terbaik ialah yang pertama memberi salam (menyapa). (HR. Bukhari)
    35. Tidak akan masuk surga orang yang suka mencuri berita (suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Bukhari)
    36. Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)
    37. Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari kiamat) dari akhlak yang baik. (HR. Abu Dawud)
    38. Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. (HR. Ad-Dailami)
    39. Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi, lakukanlah apa yang kamu kehendaki. (HR. Bukhari)
    40. Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi Saw berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Bukhari)
    41. Hati-hatilah terhadap prasangka. Sesungguhnya prasangka adalah omongan paling dusta. (HR. Bukhari)
    42. Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu. (HR. Muslim)
    43. Yang muda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk dan yang berjumlah sedikit kepada yang banyak. (HR. Bukhari)
    44. Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika seseorang membongkar keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu membongkar keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
    45. Siapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karenaAlloh, maka akan ada yang memanggilnya:Kebaikan buatmu dan perjalananmu dan engkau telah menyediakan tempatmu di syurga (HR.Bukhari)
    46. Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bukannya seorang mu’min yang suka mencemarkan nama orang, atau yang suka melaknat dan bukan pula yang berbuat kekejian serta yang kotor mulutnya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
    47. Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya termasuk golongan orang yang paling saya cintai di antara engkau semua serta yang terdekat kedudukannya dengan saya pada hari kiamat ialah yang terbaik budipekertinya di antara engkau semua itu dan sesungguhnya termasuk golongan orang yang paling saya benci di antara engkau semua serta yang terjauh kedudukannya dengan saya pada hari kiamat ialah orang yang banyak bicara, sombong bicaranya serta merasa tinggi apa yang dibicarakannya itu – karena kecongkaannya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

    48. Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Rusak binasalah orang- orang yang suka melebih-Iebihkan – dari kadar kemampuan dirinya sendiri.” Beliaus.a.w. menyabdakan ini tiga kali. (Riwayat Muslim)
    49. Dari Abu Syuraih iaitu Khuwailid bin ‘Amr al-Khuza’i r.a., katanya: “Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya, iaitu jaizahnya.” Para sahabat bertanya: “Apakah jaizahnya tamu itu, ya Rasulullah?” Beliau s.a.w. bersabda: “Iaitu pada siang hari dan malamnya. Menjamu tamu – yang disunnahkan secara muakkad atau sungguh-sungguh – ialah selama tiga hari. Apabila lebih dari waktu sekian lamanya itu, maka hal itu adalah sebagai sedekah padanya.” (Muttafaq ‘alaih)

About serawaianak

I hope my god is love
This entry was posted in hadist Akhlaq and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s